Categories : ADVENTURE

 

Sekitar pukul setengah enam pagi, angin dingin dengan kencang menerpa setiap pendaki  di zona puncak gunung Kinabalu. Berselimutkan polar yang dilapisi jaket windbreaker setapak demi setapak kami berjuang mengatasi trek yang menanjak dan cuaca yang membekukan. Entah tinggal berapa kalori yang tersisa untuk push menuju puncak. Satu-satunya motivasi adalah, puncak sudah didepan mata.

Setelah berjalan tiga jam dari pondok Laban Rata,  akhirnya tiba juga di puncak tertinggi pulau Kalimantan (4.095 mdpl) dengan disambut cahaya mentari yang malu-malu. Kawasan puncak gunung Kinabalu merupakan batuan granit yang kokoh, seakan dataran masif bebatuan itu memang tercipta untuk menahan irisan-irisan tajam dan dingin dari angin yang mendera sejak ketinggian 3.000-an meter. Itulah pengalaman tak terlupakan saat mendaki gunung Kinabalu tujuh tahun lalu.

 

Taman Nasional Kinabalu

Gunung Kinabalu terletak di dalam Taman Nasional Kinabalu yang merupakan obyek wisata andalan Sabah. Taman Nasional ini meliputi kawasan seluas 754 kilometer persegi. Menurut sejarah pembentukannya gunung yang perkasa ini berasal dari pengerasan bebatuan di bawah permukaan bumi lalu kemudian timbul sebagai batuan granit sekitar 1.500 tahun lalu.  Pendakian dimulai dari ketinggian 1.829 meter dpl yaitu dari Timpohon Gate. Dari sini pendakian selama tujuh jam menunggu hingga mencapai pondok penginapan di Laban Rata pada ketinggian 3.272meter dpl. Disini terdapat beberapa pondok penginapan yaitu Layang-layang, Gunting Lagadan dan Laban Rata Resthouse sebagai yang terbesar. Dini hari kita akan dibangunkan untuk bersiap summit attack, lalu turun ke Timpohon Gate hari itu juga.

Bila telah terbiasa mendaki gunung-gunung tinggi di nusantara, memuncaki gunung kebanggaan Malaysia ini,  -walau bukan pendakian yang mudah- sebenarnya tak seberat yang dibayangkan.  Hanya saja  biaya pendakiannya cukup mahal bila dibandingkan pendakian di negeri sendiri dan peraturan pendakiannya amat ketat.

Lama naik turun pendakian gunung Kinabalu adalah 2D1N dengan bermalam di lodge pendakian Laban Rata. Di hari pertama, pendakian dimulai dari Timpohon Gate hingga Laban Rata (6 jam), hari kedua Laban Rata-puncak (3 jam), lalu dilanjutkan turun kembali ke Timpohon Gate.

Syarat utama mendaki gunung ini, seperti juga pendakian dimanapun, utamanya kita harus dalam kondisi bugar karena kurang fit sedikit saja maka akan menjadi bulan-bulanan di pegunungan tinggi. Setiap pendaki di gunung Kinabalu cukup membawa daypack saja karena di Laban Rata sudah tersedia berbagai akomodasi yang nyaman dan makanan yang memadai.

Biaya-biaya pendakian via Timpohon Gate (2013) adalah :

  • transport ke TN Kinabalu; expres bus RM25/van RM15
  • park entrance fee RM 15
  • climbing permit RM 100
  • insurance RM 27
  • guide fee RM 100
  • akomodasi Laban Rata RM 415
  • optional extra fees ; taxi ke Timpohon gate, climbing certificate, porter etc

Selain jalur Timpohon, pendakian juga bisa melalui jalur Mesilau  yang lebih panjang dengan tambahan biaya guide RM10-15.

Bisa dipastikan bahwa kini biaya pendakian sudah lebih mahal karena hampir tiap tahun ada kenaikan. Anda disarankan membaca informasi terakhir perihal biaya pendakian gunung Kinabalu.

Selamat mendaki.

 

 Posted on : January 7, 2017
Tags :