Categories : Hiking

 

pulus

Pulus (Laportea stimulans) adalah tanaman pohonan yang banyak ditemukan di daerah hutan hujan tropis dataran rendah di sebagian Indonesia. Pulus (wood nettle, stinging nettle) berkerabat dekat dengan tanaman Jelatang (Girardina palmata). Walaupun secara fisik sebetulnya tanaman ini berbeda karena Jelatang memiliki daun berbentuk menjari seperti daun pepaya, berbentuk perdu dan memiliki duri di sekujur tubuhnya sampai ke batang.

Pulus memiliki daun berwarna hijau terang. Memiliki tulang dan urat daun yang tampak jelas. Pinggir daun mudanya berbentuk gerigi dengan jarak gerigi tidak terlalu rapat. Semakin tua, gerigi semakin menghilang. Bagian atas dan pinggir daun ditumbuhi bulu-bulu halus yang hanya nampak bila dilihat dari jarak sangat dekat. Bila bulu-bulu ini tersentuh bagian kulit kita yang halus dan sensitif seperti punggung tangan, lengan, paha atau betis dapat menimbulkan rasa gatal, perih dan panas yang cukup menyengat.

Dengan tampilan yang low-profile, daun pulus memang tidak terlalu kentara di tengah rerimbunan pohon lain. Karena menyenangi daerah lembab dan ternaungi, Pulus seringkali ditemukan di pinggir-pinggir jalan setapak. Pada akhir musim hujan, banyak ditemui seedlings atau anakan pulus yang tingginya tidak lebih dari 40cm. Hal ini membuat pulus semakin tidak kentara dan mudah tersentuh bagian tubuh terutama kaki. Bila apes terkena belaian daun pulus, terima saja sebagai pengalaman yang mendewasakan perjalanan kita. If you irritated by every rub, how will you be polished?

Racun yang terdapat dalam bulu sengat Pulus ini adalah formic acid dan beberapa jenis asam lainnya. Kandungan yang mirip juga ditemukan pada sengat lebah dan sengat semut sehingga asam formic ini juga disebut asam semut. Apabila seseorang terkena sengatan pulus sebaiknya jangan langsung dicuci. Penangkal yang biasa dilakukan adalah menggosok daerah sengatan dengan tanah gembur yang kering.Literatur lain menyebutkan bahwa gosokan daun Pacing Merah pada daerah sengatan berkhasiat untuk menyembuhan luka sengatan Pulus. Sedangkan yang lain menuliskan bahwa air yang dihasilkan dari remasan tanaman Alocasia macrorrhiza (Talas Gajah) dapat menghilangkan rasa sakit sengatan Pulus. (Wikipedia)

IMG-20141022-00122pacing merah

Sengatan pulus pada kulit tubuh biasanya baru akan hilang setelah beberapa hari bila tanpa penanganan. Di hari pertama kita akan merasakan sengatan panas sekujur permukaan kulit yang terkena bulu halus, bila terkena air seperti menyayat-nyayat kulit. Hal ini akan membuat tak bisa tidur nyenyak, dimana kita akan terbangun oleh sengatan. Di hari kedua panas masih terasa namun tusukan seperti jarum mulai berkurang, dan di hari ketiga sudah tak terasa panas namun bila permukaan kulit yang terkena pulus diraba maka rasa tersengat itu masih sedikit terasa. Bila memeriksakan diri ke dokter biasanya pasien akan diberi obat anti alergi dan penahan sakit.

Rute  hiking patahan Lembang di Dago Pakar merupakan jalur setapak yang banyak terdapat daun pulus ini, terutama setelah turun dari shelter menuju lembah. Disinilah bulu-bulu halus daun ini mengintai pejalan yang kurang waspada untuk menyengat secara tiba-tiba. Melalui rute ini disarankan memakai celana panjang dan sepatu, walau terkadang bulu-bulu halus ini tetap dapat menembus celana. Namun jangan khawatir karena di sepanjang jalur ini pun tersebar penawarnya yaitu tanaman Talas Gajah dan Pacing Merah. Alam selalu menempatkan penawar racun tak jauh dari racunnya. Manusialah yang harus membuka diri untuk banyak belajar dari kearifan alam.

 

 Posted on : April 5, 2016
Tags :

Facebook Comments