Categories : Rivering

 

IMG-20140909-WA004

Great river need to be respected, sick river need to be loved.

 

Agar  merasa enjoy melakukan rafting di sungai Cikapundung orang harus menyukai olahraga arung jeram atau ia memang orang yang sadar lingkungan sehingga ingin memelihara  kebersihan sungai atau warga yang penasaran asal muasal aliran sungai yang membelah kotanya. Dengan kondisi tersebut maka tak akan terlalu masalah dengan kondisi sungai yang memprihatinkan saat melakukan rafting. Jangan berharap menemui aliran yang jernih seperti di sungai Cikandang dengan pemandangan tepiannya yang indah, bahkan sungai Citarum yang terpolusi pun masih terlihat segar dibandingkan warna kecoklatan yang mendominasi aliran sungai Cikapundung. Maka bila hanya ingin berwisata menikmati keceriaan alam anda harus siap-siap kecewa dengan kondisi aliran sungai disini.

Jalur rafting sungai Cikapundung mulai dari Dago Bengkok hingga Babakan Siliwangi cukup aman untuk dilalui namun pada beberapa check point beresiko tinggi sehingga kalau tak terkendali akan fatal sekali akibatnya. Pada beberapa titik ada drop-an dan hidraulik yang lumayan, apalagi kalau debet airnya agak naik. Beberapa titik juga main stream nya berubah-ubah (acak) dalam jarak yg dekat, dan jalur nya hanya bisa masuk satu perahu jadi manuver harus sedikit cepat.

Ada saatnya kala sungai selalu memberi penghidupan dan perlindungan pada manusia antara lain dengan menampung luapan air supaya tidak banjir dan menyediakan air bagi keperluan penduduk. Namun kekuatan sang sungai pun memiliki batas. Suatu ketika ia takkan sanggup lagi menyenangkan segenap peduduk kota. Ia bagai  pekerja yang sudah menguras tenaganya selama 24 jam sehari tanpa istirahat namun beban kerjanya terus ditambah tanpa belas kasihan. Suatu hari sang sungai yang dulu perkasa, ramah dan ceria itu pun akan frustasi. Hanya tinggal waktu saja ia akan mengungkapkan kemarahannya. Berdoalah agar kita tak melihat amarah alam pada manusia.

Lihatlah sungai Ciliwung yang kerap memperlihatkan otot-otot kemarahannya dengan menenggelamkan sebagian Jakarta bila ia sudah terlalu muak dengan perilaku manusia yang tak tahu diri. Namun sungai Cikapundung belum pundung pada warga Bandung, ia masih mencoba melayani keperluan warga Bandung –walau didera keletihan. Awak perahu karet yang menyusuri aliran sungai dari PDAM Dago Bengkok hingga Babakan Siliwangi merasakan benar  rintihan sakitnya sungai ini.

Toh walaupun dengan kondisinya itu, sungai Cikapundung tetap memberikan atraksi yang memukau dengan jeram-jeramnya. Seakan ia gembira kami mengunjungi dan mengajaknya bermain bersama. Barangkali inilah yang ia nantikan selama ini, bukan mereka yang menumpukkan kotoran dan sampah ke alirannya namun sekelompok orang yang memang ingin bermain, berbagi keceriaan, dan mengerti keadaannya. Dengan kondidi debet air yang memadai, anda akan merasakan rafting yang mengasyikan di sepanjang alirannya.

Namun seraya bercengkerama dengan sang sungai mereka mengayuhkan dayung dengan masygul yang tak biasa, tak lepas seperti kala mengarungi sungai-sungai lainnya.  Terkadang samar-samar mereka bisa merasakan rintihan dari sang sungai, tempat mereka semua pernah dibesarkan  dan menuntut ilmu. Bagaimanakah perasaan anda kala ada orang tua yang sedang sakit namun masih bersemangat bermain dengan anak-anaknya, hanya untuk menyenangkan sang anak.  Ia masih memperlihatkan tenaga dan kecerian nya yang tersisa. Ada sakit terasa kala  menyadarinya, namun tak seorangpun memperbincangkan. Hanya kegelisahan yang tak tuntas. @bayubhar

 Posted on : September 9, 2014
Tags :