Category Archives : Backpacker

Perjalanan Kereta Api Yangon – Mandalay

Ketika petugas konter mengatakan bahwa tiket KA Yangon-Mandalay kelas upperclas sudah habis, saya hanya bisa membayangkan bakal tersiksanya duduk di bangku kayu dalam perjalanan sepanjang 700 kilometer. Mungkin kalau beli dari kemarin tidak akan kehabisan, keluh saya mengutuki sikap menunda-nunda yang sering melekat ini. Bila demikian halnya, berarti saat tiba di Mandalay sebaiknya langsung membeli […]

Continue Reading

Pabedan Township, Tempat Singgah Backpacker di Yangon

Sekitar pukul 11 waktu setempat, pesawat Nok Air dari Bangkok yang saya tumpangi mendarat mulus di Yangon International Airport. Agak aneh juga mencocokkan perbedaan waktu yang hanya setengah jam dengan WIB/Bangkok.  Sekilas bandara yang bercorak etnik ini mengingatkan kepada bandara Soekarno Hatta di tanah air. Tak ada brosur atau map kota Yangon yang bisa ditemukan, […]

Continue Reading

Menyaksikan Ritual Sai Bat Di Luang Prabang

By Bayu Ismayudi Senja yang memerah cerah menaungi terminal Luang Prabang saat bus yang kami tumpangi dari Luang Namtha tiba. Luang Prabang adalah adalah kota ketiga yang rencananya akan  disinggahi dalam rangkaian perjalanan saya & rekan saya Barbar kali ini, setelah sebelumnya Chiang Rai (Thailand), lalu melewati Chiang Kong (Thailand), selanjutnya menyeberang ke Laos melalui […]

Continue Reading

Solo Backpacker di Hanoi

Kala mendarat di bandara Noi Bai, Dudung sedikit masygul karena belum pernah ke Hanoi. Kini ia sendirian pula alias solo backpacker. Hanoi terletak di wilayah utara Vietnam, terletak di delta Sungai Merah, hampir 90 km dari wilayah pesisir. Hanoi dilayani oleh Bandara Internasional Noi Bai, terletak sedikit diluar kota sekitar 15 km sebelah utara dari […]

Continue Reading

Pertemuan Dengan Orang Cibangkong Di Perbatasan Thailand

By Bayu Ismayudi Panas mentari siang itu sudah mulai menyengat saat saya dan Bayu Bhar tiba di perbatasan Laos-Thailand. Para pelintas batas dari Laos menuju Thailand berdesakkan, menyemut di di kantor imigrasi Laos di kota Vientianne. Kami pun segera ikut bergabung dalam barisan pelintas batas sesaat turun dari tuk-tuk yang mengantar kami dari pusat kota. […]

Continue Reading

Kota Tua Siem Reap di Kamboja

Kala tiba di Siem Reap pada pagi hari, para penumpang bis malam dari Phnompenh cukup terhenyak. Mereka tiba-tiba berada di sebuah pool bis yang becek, menyerupai kubangan kerbau. Ini kala berkunjung di tahun 2012. Lucunya, segera setelah bis masuk pool pintu gerbang digembok dari dalam untuk menghindari serbuan pengemudi tuk-tuk yang ingin menawarkan jasanya. Para […]

Continue Reading

Semalam di Chiang Rai

  Sekitar pukul tiga sore Bar dan Baiz tiba di bandara Mae Fah Luang Chiang Rai setelah perjalanan sejam lebih dari Bangkok. Ini kali pertama mereka tiba di kota itu. Bandaranya tidak besar namun cukup apik dan menyenangkan. Seperti biasa tiba di tempat baru, yang pertama mereka lakukan adalah mencari peta atau denah lokasi kota […]

Continue Reading

MENYUSURI “NORTHERN CLASSIC ROUTES” VERSI LONELY PLANET (Tamat)

Luang Prabang, sebuah kota yang menjadi salah satu andalan bagi industry wisata di Laos. Sebuah kota yang ramai oleh para wisatawan, baik domestic maupun mancanegara, sebuah kota yang sadar wisata. Saat tiba di pusat kota Luang Prabang, kami langsung menuju sebuah café yang terletak di sebuah persimpangan jalan. Seteleh memesan minuman wajib yaitu kopi panas, […]

Continue Reading

MENYUSURI “NORTHERN CLASSIC ROUTES” VERSI LONELY PLANET (2)

Akhirnya kami menemukan sebuah guest house untuk rehat malam itu di belakang terminal Luang Namtha setelah sebelumnya nongkrong sepeminuman kopi di sebuah kedai di pinggiran terminal. Suhu di Luang Namtha lumayan dingin bahkan saat di dalam kamar sekali pun. Fasilitas water heater yg terdapat di dalam kamar mandi kami tidak berfungsi membuat saya enggan mandi […]

Continue Reading

MENYUSURI “NORTHERN CLASSIC ROUTES” VERSI LONELY PLANET (1)

Aroma babi panggang menyergap kami saat tiba di terminal bus Luang Namtha, Laos malam itu. Waktu menunjukkan pukul 20.30 waktu setempat. Hari sudah gelap, terminal kota kecil itu mulai sepi, rupanya hanya bus yang kami tumpangi yang terakhir singgah. Beberapa warung yang menjajakan makanan khas setempat mulai bebenah untuk tutup. Saya bersama rekan saya Bar […]

Continue Reading