Categories : ADVENTURE ASEAN Countries Backpacker

 

10277581_10202941962462840_5961022317567852782_n

Matahari mulai meredup di Vinh Long, saat perahu yang kami tumpangi menepi ke sebuah pasar yang terletak di tepi sungai. Setelah seharian menyusuri delta sungai Mekong dari Cai Be, kini para penumpang perahu naik ke daratan. Kota Vinh Long merupakan salah satu dari sekian banyak kota kecil di tepi sungai di delta Mekong, Vietnam. Kota-kota lain adalah Cai Be, My Tho, Can Tho dan sebagainya.

Semakin mendekati tepian sungai legendaris ini, semakin kita akan merasakan aura kekuatannya. Sejenak dalam suasana temaram menjelang senja, di tepian sungai yang amat disanjung ini, siapapun akan merasakan sebuah koneksi yang samar ke para pionir terdahulu yang pernah menjelajahi sungai ini. Saya mencoba membayangkan sensasi serupa yang dirasakan oleh para anggota ekspedisi Lagrée-Garnie dari Prancis hampir 150 tahun sebelumnya kala melakukan penjelajahan sungai Mekong pertama kalinya.

Suasana yang mulai meremang memunculkan semacam dejavu.  Senja di sungai raksasa ini mengingatkan pada perjalanan beberapa bulan sebelumnya di Vientianne, ibukota Laos. Sensasi yang serupa juga dirasakan di tepian sungai ini kala menatap senja yang meluruh perlahan di kota Thakek, Laos. Kini di wilayah Selatan negara Vietnam, aliran sungai raksasa ini seakan kembali menghampiri.

Perjalanan darat di negara-negara Indochina seperti tak terlepaskan dari aliran sungai legendaris ini, riaknya seakan selalu berada disamping mengawasi kita. Kala menyeberang dari Nakhon Phanom (Thailand) menuju Thakek kita juga akan melewati sungai ini. Juga kala menyeberang dari Nong Khai (Thailand) ke Vientiane. Dalam perjalanan darat lintas negara antara Vietnam-Kamboja, yaitu dari Ho Chi Minh menuju Phnompenh bis akan terhenti sejenak di Neak Luong, Kamboja. Sejumlah kendaraan antri di tepi sungai menunggu giliran dimuat ke dalam kapal ferry untuk menyeberangi sungai Mekong.

Melihat dari dekat sungai Mekong dari kota-kota yang dilaluinya seperti Vientiane, Thakek, Phompenh hingga Vinh Long semakin membuat saya takjub pada skala dari sungai ini dan semakin menghormatinya. Aliran sungai besar yang terdekat dari kota tempat tinggal saya adalah sungai Citarum. Dibandingkan monster ini, sungai terbesar di Jawa Barat yang sanggup menghidupi listrik se-Jawa Bali itu ibarat sebuah parit.

“Aliran sungai Mekong kini sedang surut,” ujar Trung Van Thao, pemandu di Vietnam yang membawa kami di delta Mekong ini, “ bila sedang banjir kita hampir tak bisa melihat daratan.”

Mengunjungi Indochina, sepertinya kemanapun kita akan berjumpa dengan aliran sungai Mekong atau anak-anak sungainya. Detak kehidupan di negara-negara Indochina sangat dipengaruhi oleh denyut sungai legendaris ini, tak salah bila sungai Mekong menjadi merupakan ikon kawasan tersebut. Tak lengkap rasanya bila mengunjungi Indochina tanpa merasakan sensasi keberadaan sungai raksasa yang lebarnya bisa mencapai tiga kilometer ini.

“Bila sungai Mekong banjir, maka sungai-sungai lain seperti Tonle Sap pun ikut meninggi. Bisa beberapa meter, “ ujar pemandu perahu di Tonle Sap, Kamboja.

Nama sungai Mekong berasal dari rumpun bahasa Thai yaitu “Mae Nam Khong” yang bermakna ibu dari sungai-sungai. “Mae” berarti ibu, dan “nam” berarti air. Sungai raksasa ini mengalir melalui enam negara sebelum bermuara di Laut Cina Selatan. Sungai Mekong dengan panjang 4.909 km merupakan sungai terpanjang ke-12  di dunia dan terpanjang ketiga di Asia. Sebagai perbandingan sungai terpanjang di Indonesia adalah sungai Kapuas di Kalimantan Barat dengan panjang 998 km.

Hulu dari aliran sungai raksasa ini terletak di Dataran Tinggi Tibet, dari sanalah aliran air raksasa ini mengalir melalui China di provinsi Yunnan, Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam. Sungai adalah rute perdagangan utama menghubungkan provinsi China barat daya Yunnan ke Laut Cina Selatan melalui Myanmar, Laos, Thailand, Kamboja dan Vietnam, sehinga merupakan akses yang sangat berharga bagi kota-kota disekitarnya untuk mencapai laut dan perdagangan internasional.

“Tanpa sungai Mekong, negara kami akan benar-benar terisolasi,” jelas Mee seorang pemandu di Thakek, Laos menekankan pentingnya sungai ini bagi negaranya. Laos merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tak terhubung ke laut, sehingga peranan sungai Mekong sangat vital bagi negara ini.

Sungai Mekong sangat mempengaruhi denyut kehidupan dan perekonomian ketujuh negara yang dilaluinya. Sebuah perubahan dalam aliran sungainya di suatu negara akan berdampak besar di negara lain, bahkan bisa mempengaruhi iklim dunia. Inilah yang menjadi tantangan ke depan bagi ketujuh negara yang wilayahnya dilalui oleh sungai Mekong. @bayubhar

 Posted on : April 26, 2014
Tags :