Categories : ADVENTURE

 

Kawasan Asia Tengah mengoleksi banyak puncak salju menjulang tinggi yang terutama didominasi oleh gugusan pegunungan Himalaya dan Karakoram. Namun bukan hanya kedua gugusan pegunungan itu saja yang ada di kawasan ini, beberapa lainnya seperti Pamir dan Tianshan kurang begitu dikenal padahal merupakan destinasi pendakian yang menarik. Pik Lenin dan Muztagh Ata di gugusan pegunungan Pamir  telah banyak menarik para pendaki karena medannya yang lebih ramah.

Pik Lenin (7.134 mdpl) di Kyrgistan dan Muztagh Ata (7.509 mdpl) di China disebut-sebut sebagai puncak 7.000-an yang paling accesible bagi pendaki alpinis awam. Mudah disini bukan berarti menggapainya tak memerlukan banyak perjuangan, namun dibanding puncak-puncak salju lainnya berketinggian diatas 7.000 m, kedua puncak ini relatif accesible.

Tentu disarankan mempunyai pengalaman mendaki salju sebelumnya.  Cermatlah memilih pengalaman mendaki sebelum benar-benar menuju puncak 7.000 meter. Medan ketinggian 4.000 meter seringkali salju belum tampak, baru diatas 4.500 bisa dikatakan salju akan menghampiri. Namun di beberapa tempat bila pendakian dilakukan musim panas bisa jadi tetap medan berbatu yang mendominasi hingga puncak seperti dijumpai di Kilimanjaro (Tanzania) dan Darmavand (Iran).

Puncak diatas 7.000 meter seperti Pik Lenin dan Muztag Ata sangat direkomendasikan bagi pendaki alpinis awam oleh banyak ekspedisi komersial karena tak memerlukan skill pendakian gunung es yang mumpuni, hanya endurance trekking hingga ke puncak. Tentu saja perlengkapan standar seperti crampon, kapak es, tali dan harnes tetap akan dipakai. Teknik berjalan moving together pun dilakukan dengan tali tersambung, namun sebatas itulah teknis kesulitannya. Teknik mendaki yang sudah dipakai sejak pendakian salju 5.000 meter dpl.

Riset yang dilakukan DistrictOne memperkirakan pendakian kedua puncak itu masih lebih ekonomis daripada mendaki kebanyakan puncak 5.000-an di Nepal.  Hal ini terutama memperhitungkan pencapaian basecamp yang relatif cepat, perijinan, public transport , infrastruktur basecamp dan popularitas gunung bersangkutan.

foto : summitpost

 

 Posted on : September 27, 2017
Tags :