Categories : Hiking

 

Pekikan elang sudah dapat terdengar sejak lembah sungai Cikapundung di area Tahura Djuanda namun karena ramai turis berlalu lalang, keberadaannya tak kentara. Seperti enggan menampakkan diri pada manusia. Namun bila kita melanjutkan perjalanan melewati Tebing Keraton, jejak burung pemangsa itu akan semakin jelas.

 

Raptor atau burung pemangsa adalah burung yang mencari makan dengan cara berburu, yakni dengan terbang, menggunakan indra tajam mereka, terutama penglihatan. Mereka terdefinisikan sebagai burung yang utamanya berburu hewan bertulang belakang, termasuk juga burung lain. Cakar dan paruh mereka cenderung relatif besar, kuat dan beradaptasi untuk merobek daging. (Wikipedia)

Tak jauh setelah melewati Tebing Keraton akan ditemui menara pengamatan burung, salah satunya untuk mengamati migrasi raptor. Keberadaan menara besi yang kokoh itu menjadikan lebih mudah untuk mengawasi jejak mereka di angkasa. Namun beberapa orang berpendapat bahwa keberadaan menara besi justru menakuti elang yang bermigrasi itu.

Melanjutkan hiking lebih kedalam hutan dari menara, akan sampai dipertigaan ; ke kiri ke Kampung Areng, Cibodas ke kanan ke Bukit Moko. Untuk mengikuti aliran sungai Cikapundung, ambil arah kiri menuju kampung Areng.  Kita akan melewati jalur setapak yang menurun menuju lembah. Jalur ini sering dipakai dalam event trail running tahunan.

Area lembah ini bagi saya merupakan secret garden di kawasan tebing Keraton. Sebuah lokasi  best kept secret yang nyaman untuk menyepi, jauh dari lalu-lalang orang. Satu-satunya yang berlalu-lalang disini adalah para elang, nun jauh di angkasa.

Sebuah batu besar di lembah merupakan tempat favorit saya untuk berhenti membuka bekal. Sekedar mengganti  kalori yang terkuras dengan snack dan air minum, sambil mulai memandangi angkasa. Menajamkan pendengaran untuk mendengarkan pekikan elang.

Biasanya tak berapa lama akan terdengar pekikan yang anggun itu. Saya menunggu beberapa saat lagi untuk melihat keberadaannya diangkasa. Disini akan lebih mudah mengintip elang yang terbang tinggi daripada di Tahura karena kawasan hutannya sepi. Saat melihat sosoknya  melayang anggun jauh diatas pepohonan, terasa koneksi yang aneh dengan burung itu, dengan hutan dan alam sekitarnya.

Ada semacam pengalaman spritual hanya dengan mengikuti dengan pandangan mata kemana arah terbang sang elang. Setelah mendapatkan pengalaman itu maka misi hiking pun selesai. Bagi saya sesederhana itulah klimaks hiking disini, melihat elang terbang bebas di habitatnya. @bayubhar

 Posted on : May 5, 2018