Categories : Trail Running

 

Menghubungkan Jatinangor menuju jalan Dipati Ukur lewat jalur pegunungan  di Bandung Utara adalah ide  lawas yang tetap relevan hingga kini. Maka pada hari Minggu, tanggal 18 Desember 2016 dari Jatinangor  langkah-langkah lari dimulai dari belakang kampus Unpad dipandu Bobby sebagai marshall.

Rute kebun mengawali perjalanan jauh menuju Kiarapayung-Barubeureum-melipir mengelilingi gunung Manglayang –Palintang-kebun kina-bukit Moko-tebing Keraton –tahura –Dago-Dipati Ukur. Sebagian jalur ini akan terlewati bila pernah mengikuti kategori apapun dalam even lari Manglayang Trail Running (MTR) yang rutin digelar Palawa Unpad.

Karena baru pertama menempuh rute panjang ini awalnya sebagian merasa kurang yakin, namun tak mengurangi tekad untuk berlari. Maklum saja dalam even MTR pun saya paling hanya ikut 21K (half marathon) -dan belum terpikir untuk top up. Kali ini pun diam-diam memang tak berniat mengikutinya hingga finish.

Jarak keseluruhan ternyata tak sampai 42 kilometer, hanya 40 kilometer namun trek ini sangat menjanjikan untuk kelak dikembangkan menjadi Marathon atau bahkan Ultra bila suatu hari akan ada event serupa karena variasi jalur sangat kaya. Nilai lebih dari jalur ini adalah view nya yang menawan. Di beberapa tempat bahkan kami tak bisa menahan diri untuk berhenti, mengabadikan jalur dengan wefie.

Tentu saja, jalur yang panjang ini bisa dipotong-potong sesuai selera tak harus menunaikan rute marathon bila bukan peminat long run. Bahkan menurut saya jarak 10-15 K adalah yang paling pas untuk berlari santai sambil menikmati pemandangan alam yang luar biasa disini. Dan seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, sesampai di warung kopi Palintang saya tak mengikuti rombongan meneruskan marathon melainkan turun ke alun-alun Ujungberung. Selain memang tak berencana, sejak Palintang medan lari akan banyak menemui beton dan jalan aspal; ogah melewatinya. @bayubhar

 Posted on : May 22, 2017
Tags :