Categories : Wisata Alam

 

Kawasan wisata Kamojang merupakan kawasan cagar alam di ketinggian sekitar 1.730 meter di atas permukaan laut di punggung Gunung Guntur. Disinilah untuk pertama kalinya energi panas bumi dimanfaatkan secara komersial pada tahun 1983, seperti yang diusulkan  JB Van Dijk tahun 1918. Menuju Bandung Selatan sebetulnya diluar kebiasaan kam melakukan survey bahkan agak dihindari,  mengingat lalulintasnya yang sering macet parah. Namun menuju ke Kamojang  ini masih ada jalur alternatif yaitu lewat Cukang Monteng dimana lalu lintasnya masih bersahabat. Jalur alternatif menuju Majalaya in bisa dicapai dari Rancaekek, Bojongsoang, Gedebage dan Ciwastra

Kawah Kamojang terletak hanya sekitar 40 kilometer di selatan Kota Bandung, jalur yang bisa dikami lalui adalah melalui Majalaya melewati tanjakan panjang Cukang Monteng. Setelah jembatan Kamojang Hill Bridge, maka tak berapa lama kami pun sampai di tujuan. Jika melalui Garut, jalan yang ditempuh lebih landai dengan jarak dari Garut ke Kamojang sekitar 25 kilometer.

Memasuki kawasan kawah Kamojang  kita akan langsung disambut pipa-pipa besar milik beberapa bangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang dikelola oleh PT. Pertamina dan PT. Indonesia Power. Di sini terdapat 23 kawah, dua di antaranya berbentuk danau dengan asap yang mengepul dari permukaan airnya. Di sini dapat ditemukan fumarol, kawah lumpur, danau panas, dan asap yang muncul dari rekahan tanah. Di Kawah Hujan pengunjung dapat merasakan sensasi spa dengan gratis dan terapi pijat dari cipratan air belerang yang dipercaya menyembuhkan.

Salah satu yang menyenangkan dari wisata alam dibanding taman wisata buatan, adalah terdapat banyak jalur setapak yang asri. Jalurnya mengarah ke segala arah, bila berminat menelusurinya. Bagi yang senang mengeksplorasi, banyak jalur untuk hiking ringan disini dengan suasana hutan yang rimbun.

Di sekitar Kamojang ditengarai masih banyak satwa langka yang masih bisa dijumpai kalau kita beruntung menemukannya. Di cagar alam ini, berdasarkan hasil penelitian, masih ada macan tutul, trenggiling, surili, lutung, ayam hutan, monyet, dan beraneka jenis burung.

 Posted on : September 3, 2017