Categories : Hiking

 

 

MELIPIR punggungan bukit Manglayang dari bumi perkemahan Batu Kuda, Cileunyi ke arah Baru Beureum, Jatinangor merupakan  jalur hikingnya yang sepi, indah dengan variasi medan yang beragam dan pemandangannya eksotis, sehingga bisa membuat ketagihan penyuka hiking. Jalan kaki dalam acara ‪#‎SaturdayOutdoor tanggal 12 September 2015 ini ditempuh sekitar tiga jam pulang pergi

Dari buper Batu Kuda kami mulai meretas jalur di punggungan gunung Manglayang, arah yang diambil adalah melalui jalan setapak kearah Timur, melipir perbukitan sehingga jalannya naik turun. Setelah melewati ladang perbukitan di Batu Kuda, jalan setapak mulai melipir hutan pinus di sepanjang punggungan gunung. Terdapat dengan beberapa spot puncak bukit dimana kita bisa memandang view yang luas ke arah Bandung Timur.

Tak lama setelah berjalan di dalam hutan pinus, jalan setapak akan memasuki kerimbunan hutan bambu. Hutan pinus sendiri merupakan persimpangan, antara mengambil jalan yang mengarah turun ke Kiara Payung atau terus menuju Baru Beureum. Jadi jika akan menuju Baru Beureum, jangan sampai salah arah dengan turun menuju Kiara Payung.

Di dalam hutan bambu jalan setapak mulai memudar. Banyak jalan yang mengarah ke berbagai tempat, namun bila kita hati-hati dan tetap seksama dengan arah tujuan, pada akhirnya jalur setapak di hutan bambu yang rimbun ini berakhir pada sebuah air terjun kecil di tengah hutan. Air yang mengalir di antara bebatuan ini sangatlah segar, amat berharga meluangkan waktu sejenak disini untuk menyegarkan badan.

Melewati sungai kecil,  jalur berubah dengan vegetasi khas pegunungan. Sedikit menanjak lalu kita bertemu dengan punggungan terbuka. Darisini tampak jelas jalur yang menuju Baru Beureum dan Kiara Payung. Tampaknya ini adalah jalur menuju puncak bayangan gunung Manglayang dari arah Kiara Payung. Bumi perkemahan Kiara Payung maupun Baru Beureum tampak jelas di ketinggian ini. Ada beberapa spot bukit yang terbuka disini, menyuguhkan view yang dramatis memandang kearah bandung Timur.

Kami tak melanjutkan perjalanan menuju puncak karena memang tak berencana demikan. Setelah mengabadikan pemandangan yang dramatis dari puncak bukit, segera mengevakuasi diri kearah semula. Harus diakui, ini merupakan jalur terbaik diantara jalur-jalur lainnya di sekitar Manglayang yang kami tahu. Medannya naik turun, vegetasi beragam, amat sepi, rimbun dan view yang fantastis. Jalur ini memang tak mengarah ke puncak, namun para penyuka kegiatan hiking pegunungan harus sudah mulai melupakan puncak sebagai simbol. Rengkuhlah pegunungan dari berbagai arah keindahan yang ditawarkannya, maka kita akan menyibakkan sebuah keindahan yang lain dari biasa.

 Posted on : September 14, 2015
Tags :

Facebook Comments