Categories : Hiking

 

Siapa yang tak mengenal kawasan Dago di kota Bandung? Sepanjang jalan yang menjadi ikon kota Bandung itu tiap hari selalu ramai oleh berbagai kesibukan. Pada weekdays kawasan sepanjang jalan ini akan ramai oleh berbagai aktifitas  seperti factory outlet, kuliner, sekolah, kantor dan pertokoan. Pada weekend akan semakin ramai dengan adanya car free day  dimana warga kota dan turis tumpah ruah meramaikan suasana Minggu pagi.

Namun tak jauh dari jalan Dago yang hiruk pikuk  masih ada jalur setapak yang asri dan hijau. Mereka yang ingin melakukan hiking namun enggan jauh-jauh dari kota sangat cocok untuk mencoba jalur. Setidaknya ada 8 jalur hiking hijau untuk escape dari sumpeknya kota. Berikut kedelapan jalur hiking yang kami rekomendasikan :

1.Curug Dago

Akses melalui jalan Bukit Dago atau Dago Jajaway (jalur menuju Punclut). Bila dari Bukit Dago dilanjutkan dengan menuruni tangga menuju lokasi curug, bila dari Dago Jajaway motor bisa terus masuk hingga parkiran depan warung. Tiket masuk terusan Rp 12.000 (termasuk Tahura & tebing Keraton)

2.Teras Cikapundung

Taman Teras Cikapundung terletak di babakan Siliwangi, namun bila ingin hiking jalurnya terletak di sebelah kiri taman. Ikuti jalur pavling blok sepanjang selokan hingga bertemu waterfank sungai Cikapundung. Lama perjalanan 20 menit, Tak ada tiket masuk. Motor bisa parkir di Teras Cikapundung, mobil parkir di area hutan kota Babakan Siliwangi diseberang taman.

3. Cikapundung Trail

Jalur hiking ini merupakan jalan setapak di pinggir aliran sungai Cikapundung yang menghubungkan curug Dago dan taman Teras Cikapundung. Jaraknya 4,5 kilometer dengan medan bervariasi dari semak belukar, hutan bambu, sawah, kampung dan bantaran sungai. Waktu tempuh dengan sedikit break adalah sekitar 2 jam. Tak ada tiket, asal tak masuk ke prasasti curug Dago.

4. Hutan Kota Babakan Siliwangi

Sebenarnya lebih merupakan taman daripada jalur hiking, namun untuk jalan-jalan merasakan suasana hutan atau  mengenalkan anak ke alam sambil sedikit olahraga akan cukup menyenangkan karena rimbun oleh pepohonan dengan area berjalan dari kayu yang cukup artistik. Tak ada tiket masuk, hanya bayar parkir di lokasi.

5. Kebun Binatang

Tentu sudah tak asing dengan tempat di jalan Tamansari ini karena sudah menjadi tujuan wisata, namun  bila menghindari weekend atau hari libur maka berjalan-jalan diantara keteduhan pohon dan suara-suara hutan tetap menyenangkan. Tiket masuk Rp 20.000

6. Tahura – Maribaya

Jalur ini merupakan trek tradisional yang populer bagi penyuka hiking kota dimana pengunjung dimanjakan oleh suasana hutan yang rimbun sepanjang jalan setapak. Bila sampai Maribaya jaraknya sekitar 5 kilometer, namun banyak pilihan tempat bila tak berencana berjalan sejauh itu misalnya gua Belanda. Tiket masuk terusan Rp 12.000 (termasuk curug Dago & tebing Keraton)

7. Tahura Batu Garok

Bila bosan dengan jalur paving blok Tahura yang menuju Maribaya maka alternatifnya adalah melalui jalur hutan yang terletak diatasnya. Aksesnya berada disebelah atas lagi dari Tahura, tepatnya jalan menuju tebing Keraton. Jalur menurun ini nanti bertemu jalur pavling blok di area warung-warung sebelum jembatan Maribaya. Belum ada tiket masuk.

8. Tebing Keraton

Jalur hiking menuju tebing Keraton dimulai dari ujung jalan Dago, tepatnya di daerah Warung Bandrek. Walau jalan beton mulus sepanjang satu kilometer menuju tebing Keraton namun mobil dilarang masuk sehingga pengunjung harus berjalan kaki. Tentu ada ojek yang siap mengantar dengan tarif Rp 30.000 namun bukan hiking namanya dong 🙂 . Sebenarnya ada jalur pipa melipir tebing yang agak jauh dibawah jalan, nanti keluar di area perkemahan tebing Keraton namun medannya tak aman sehingga tidak direkomendasikan. Tiket masuk terusan Rp 12.000 (termasuk curug Dago & Tahura)

@bayubhar

 

 Posted on : October 13, 2017
Tags :